Perempuan perempuan tanpa area bebas rokok?
Suatu siang, setelah lewat jam makan, usai menyelesaikan tugas, saya dengan beberapa teman punya waktu luang sejenak untuk minum kopi disuatu cafe di Pondok Indah Mall. Menit menit pertama kita masih bisa menikmati kopi dengan nyaman, tapi beberapa saat kemudian tamu tamu mulai semakin banyak memenuhi cafe tersebut. Sebagian besar, ya kira kira 80% dari pengunjung cafe adalah para perempuan.
Keahadiran mereka sebenarnya bisa saja tidak mengurangi kenyamanan dalam cafe tersebut, karena mereka semua cantik cantik, berpakaian sesuai dengan trend mode saat ini dan suara mereka ngobrol tidak terlalu berisik…. Tapi apa yang membuat kami mulai tidak merasa nyaman atas kehadiran mereka? Tak lain adalah karena mereka semua mulai menyalakan rokok sehingga asap rokok mulai memenuhi cafe tersebut. Dan lucunya, tamu tamu lelaki yang jumlahnya kira kira cuma 20% itu, mereka malahan sama sekali tidak merokok..
Karena ruangan semakin pengap dengan asap rokok, tak lama kemudian kami terpaksa pergi meninggalkan cafe tersebut. Padahal tadinya kami lagi asyik ngobrol santai melepas lelah, tapi karena asap rokok semakin pekat nafas kami jadi sesak dan tentu saja kami tak mau paru paru kami jadi korban para perokok aktif tersebut.
Sambil berjalan meninggalkan cafe saya memandang keseluruh ruang cafe tersebut, dan rasanya sangat tidak enak melihat para perempuan itu merokok tanpa perduli lingkungan sekelilingnya. Kemungkinan besar mereka adalah ibu ibu muda yang tidak bekerja kantor, kelihatannya usia mereka sudah menjelang 30an, gaya pakaian mereka sangat jauh dari gaya pakaian wanita kantoran, dan saat itu antara jam 3 sore, tentu kalau mereka orang kantoran pasti seharusnya pakaian mereka tidak seperti itu seandainya saat itu mereka break dari kantor sebentar untuk nongkrong sebentar di cafe minum kopi.
Seingat saya bukankah tempat umum seperti itu sudah ditetapkan sebagai area bebas asap rokok? Mengingat bahwa tempat umum seperti itu banyak di kunjungi anak anak dan wanita hamil dan banyak lagi orang orang yang tidak ingin nafasnya sesak oleh asap rokok yang bisa mengotori paru paru itu.
Semua perempuan di coffee shop tersebut mengebulkan asap rokok kecuali yang dimeja kami. Dan semua lelaki yang ada disitu sama sekali tidak merokok.
Apakah perempuan perempuan tidak perduli pada area bebas rokok? atau mall tersebut mengijinkan para perempuan tanpa area bebas rokok? atau karena memang peraturan derah bebas rokok tersebut cuma sekedar peraturan atau slogan yang tak penting untuk selalu di taati?. Sebagai seorang perempuan saya cukup prihatin melihat gejala ini, para perempuan dikota besar begitu menikmati kebebasan sehingga benar benar tidak perduli lagi akan kesehatan dan tata kesopanan orang timur.