Arsip untuk Desember, 2007

Tidak menikah atau menikah.

Posted in gaya hidup, jomblo, paradigma, renungan, wacana on Desember 19, 2007 by adheenda

Tidak menikah atau menikah sama sama memiliki sisi enak maupun tidak enak. Kalau soal berbahagia, itu tergantung diri sendiri. Apakah karena menikah akan pasti selalu selamanya berbahagia? Apakah karena belum menikah pada usia matang lalu hidup jadi tidak bahagia?. Itu semua tergantung paradigma setiap orang. Ada orang yang ngotot untuk segera menikah karena takut disebut perawan tua, tapi akibatnya banyak yang kemudian jadi janda karena bercerai. Ada yang ingin menikah karena merasa bahwa itu membuatnya menjadi manusia yang lengkap dan bahagia, tapi pada kenyataannya dia kemudian terperangkap pada situasi dan kondisi yang membuatnya tertekan dan tidak bahagia, karena mertua yang cerewet, saudara saudara pasangan hidupnya tidak ramah padanya dan ternyata kemudian dia tahu bahwa pasangannya mau menikah dengannya karena ingin mendapatkan hartanya bukan karena cinta yang tulus.

Kalau tetap melajang pada usia matang, paling yang sering dihadapi adalah pandangan dan komentar yang bikin kuping panas dari orang orang yang sok tahu. Atau keluhan orang tua yang merasa sedih karena merasa belum selesai kewajibannya sebagai orang tua membimbing anaknya masuk pada fase yang berikutnya yaitu berumah tangga. Dan kalau pergi ke pesta pernikahan atau pesta apa saja kadang rasanya gerah juga lihat orang lain punya gandengan sementara diri sendiri datang dengan teman teman satu “geng”. Dan lama kelamaan teman teman mulai menikah dan akhirnya teman yang masih melajang semakin sedikit. Nah, disinilah mulai terjadi konflik dengan diri sendiri….

Kalau kamu masih melajang karena trauma dan karena patah hati yang kronis maka akibatnya kamu akan jadi orang yang jutek dan agak meng-asingkan diri, yah jadi seperti “alien” begitu…

Tapi kalau kamu masih melajang karena pilihan dan karena berhati hati dalam memilih pasangan hidup, maka kamu bisa lebih menikmati alur kehidupan dari hari kehari, dan bersikap tetap ramah pada orang lain yang mempertanyakan kenapa kamu masih melajang padahal usia sudah sekian dll dll….

Beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi kota kelahiran saya karena ada pesta pernikahan saudara. Lebih dari sepuluh tahun saya tidak bertemu dengan teman teman semasa SMA, maka saat kepulangan itu saya manfaatkan untuk reuni. Tentu saja 90% teman teman SMA sudah pada menikah dan sudah punya anak yang besar besar. Tapi pada kenyataannya banyak diantara mereka mengaku bahwa mereka tidak bahagia dan wajah mereka sangat tua…. Saya jadi seperti bertemu tante tante saya, padahal mereka adalah teman SMA yang seumur saya. Yah memang sih, saya selalu disangka 10 tahun lebih muda dari umur saya…..

Malah semua orang bilang kalau saya jauh lebih cantik dan menarik dari pada waktu saya masih di SMA dulu.

Saya tidak bilang kalau tidak menikah lebih baik dari pada menikah; menikah itu sangat baik kalau memang pada waktu yang tepat dan bertemu orang yang tepat. Tidak menikah juga baik kalau memang bisa dinikmati dengan hati tulus dan tidak mengeluh serta tidak kecewa. Saya ingin menikah pada suatu hari nanti, tapi saya tidak mau menikah karena malu jadi perawan tua…. No way!!!! Saya mau menikah kalau saya memang telah menemukan orang yang tepat untuk saya. Karena saya merasa bahagia saat ini walau belum menikah, dan saya ingin lebih berbahagia lagi saat saya masuk dalam masa pernikahan.

Bahagia adalah pilihan.

Posted in paradigma, renungan, wacana on Desember 3, 2007 by adheenda

Semua orang ingin bahagia. Ya, siapapun dia, bagaimanapun dia,tidak ada orang yang menginginkan hidupnya tidak bahagia. Tapi pada kenyataannya banyak sekali orang yang merasa tidak bahagia dalam menjalani hidupnya.

Kebahagiaan bukanlah karena suatu kondisi dan keadaan yang ada, tapi kebahagiaan itu adalah suatu pilihan.

Karena kalau kebahagiaan itu bukan suatu pilihan, maka kita akan sulit sekali mendapatkan kebahagiaan yang sempurna dalam hidup kita. Sebab, selama kita hidup dalam dunia ini, persoalan akan datang silih berganti, keadaan tak terduga bisa terjadi kapan saja dan kegagalan adalah hal yang sering juga kita temui.

Apakah benar kita akan bahagia kalau kita mendapatkan semua yang kita inginkan dan impikan? Mungkin pada awalnya kita merasa sangat bahagia, gembira dan puas….. Tapi selang beberapa waktu kemudian, ada saja persoalan dan masalah akan timbul… karena memang begitulah kenyataan yangharus kita hadapi kalau kita hidup. Maka kalau kebahagiaan itu adalah tergantung karena situasi dan kondisi yang kita terima dan hadapi maka memang akan sulit kita mendapatkan kebahagiaan yang langgeng.

Kebahagiaan adalah pilihan! Itu akan menjadi pilihan yang akan kita dapati dari sekian pilihan dalam setiap saat kehidupan kita. Ya, setiap saat dalam menghadapi keadaan yang terjadi ada beberapa pilihan bagi kita; kecewa?, marah?, sedih?, tidak perduli?, putus asa?, mengomel? atau….. tidak mau kecewa?, selalu bersyukur?, berusaha tetap sabar dan tersenyum?, berpikiran positif?…. pilihan pilihan ini akan mempengaruhi hati kita merasa bahagia atau tidak.

Orang yang suka mengeluh dan mengomel cenderung sulit merasa berbahagia dalam waktu yang lama. Begitu juga orang yang gampang berpikiran negatif serta tidak sabar…..

Jadi, menurut saya, kebahagiaan itu adalah pilihan. Setiap orang bisa memilih untuk dirinya sendiri, apakah dia mau bahagia atau tidak. Kebahagiaan itu ada didalam diri kita sendiri bukan berasal dari yang ada diluar diri kita; kebahagiaan bukan karena orang lain yang kita cintai, bukan karena harta kekayaan yang bisa kita miliki, bukan karena lingkungan dan situasi yang ada disekitar.

Tetap single dalam usia 40an?

Posted in paradigma, renungan, wacana on Desember 1, 2007 by adheenda

Saya mulai menulis catatan disini karena mempunyai tujuan yaitu supaya banyak hal yang saya ungkapkan disini bisa menjadi refrensi hidup dari siapapun yang membacanya. Terutama untuk perempuan yang masih hidup sendiri, karena banyak hal yang orang lain sulit mengerti akan persoalan persoalan yang dialami perempuan single pada masa kini.

Saya sering bertemu dengan perempuan single pada usia diatas 30 tahun atau diatas 40 tahun, banyak diantara mereka yang merasa lumayan malu karena status mereka yang masih single. Hidup single pada saat usia sudah melewati 35 tahun, 40 tahun; pada masa sekarang keadaan ini bukanlah suatu aib sehingga tidak perlu merasa malu. Menurut saya hidup single pada usia matang adalah suatu pengalaman luar biasa, pengalaman ini lebih baik di nikmati dengan senyum dan tawa dari pada menjalaninya dengan wajah tertunduk malu dan murung.